Pengertian, Analisa Dan Fungsi Beton Tumbuk


Pengertian, Analisa Dan Fungsi Beton Tumbuk – Beton adalah salah satu bahan konstruksi yang umum digunakan untuk jalan dan lainnya. Beton dapat dikatakan sebagai satu kesatuan yang homogen.



Bahan konstruksi yang satu ini bisa diperoleh dengan cara mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat yang lainnya dan air, dengan semen portlan atau semend hidrolik, dan bahkan juga diberikan bahan tambahan (additif) yang sifatnya kimiawi ataupun fisikal dengan perbandingan tertentu, hingga menjadi satu kesatuan yang homogen.

Berbagai macam bahan campuran tersebut akan menjadi keras seperti batuan. Pengerasan terjadi dikarenakan adanya peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air. Beton yang sudah mengeras juga biasa disebut sebagai batuan tiruan, dengan adanya rongga-rongga antara butiran besar (batu pecah atau agregat kasar), dan diiisi dengan batuan kecil (pasir atau agregat halus), dan pori-pori antara agregat halus diisi dengan semen dan air.

Sebelum membahas lebih jauh, tahukah Anda apa yang dimaksud dengan beton tumbuk? Kami disini akan memberikan pembahasan secara lengkap tentang beton tumbuk beserta fungsi dan analisa pekerjaannya. Berikut ini adalah ulasan selengkapnya.

Baca juga: Analisa Pekerjaan Beton Mutu K175

Pengertian Beton Tumbuk

Beton tumbuk merupakan salah satu jenis campuran beton yang memiliki kandungan semen kurang dari 10%. Inilah yang membuat beton tumbuk menjadi bahan dengan kekuatan rendah dan biasa digunakan sebagai alternatif untuk tanah yang dipadatkan.



Bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan beton tumbuk adalah dari campuran beton sitemix 1 pc : 3 ps : 5 kr. Namun bisa juga menggunakan beton ready mix B0 ataupun readymix K-125. Hal tersebut tergantung dari pihak perencana. Beton tumbuk untuk lantai kerja biasanya diperhitungkan dengan menggunakan satuan m3 atau bisa juga dalam satuan m2.

Baca juga: Perhitungan Borongan Dak Cor Beton

Pembuatan Lantai Kerja

Lantai kerja adalah pekerjaan yang biasa dilakukan pada konstruksi bangunan dengan lingkup dan kondisi lingkungan yang sangat kompleks. Ketebalan lantai kerja adalah sekitar 10 sampai dengan 15 cm.  Dalam pembuatan lantai kerja maka beton bertulang tidak boleh diletakkan secara langsung di atas permukaan tanah. Terkecuali jika ditetapkan lain, maka lantai kerja harus dibuat dengan tebal sekitar 5 cm di atas tanah sebelum penempatan beton bertulang.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan lantai kerja adalah beton tumbuk (mutu beton kelas II, K-125). Lantai kerja tidak hanya berfungsi sebagai konstruksi saja, namun juga memiliki fungsi yang sangat berguna untuk membantu serta memudahkan dalam pembuatan konstruksi.





Leave a Reply